Ditawari investasi atau tanam modal?
Jangan sampai karena ingin untung, tabungan puluhan tahun malah hilang.
Kenali tanda bahaya sebuah tawaran sebelum join dan transfer uang.
- Jawab pertanyaan sederhana tentang tawarannya, ±10 menit
- Temukan apakah tawarannya masuk akal atau berbahaya
Rp199.000Sekali bayar, pakai terus setiap ada tawaran investasi
Yang kamu dapat:
- Quiz untuk menilai risiko sebuah ajakan investasi
- Perbandingan janji untung dengan deposito dan obligasi negara
- E-book jenis-jenis investasi, dari mana untungnya, dan berapa keuntungan yang wajar
- Panduan praktis:
- Checklist sebelum transfer, bisa dicetak
- Cara cek izin di OJK, Bappebti, dan daftar investasi ilegal Satgas PASTI
- Cara cek kontrak, invoice, dan dokumen tender lewat jalur resmi
- Langkah darurat kalau sudah transfer: blokir rekening lewat bank dan IASC, lalu lapor polisi
- Prompt AI untuk minta pendapat kedua

- Tanda bahaya beratJadi “anggota koperasi” hanya untuk bisa menyetor
- Perlu diwaspadaiKeuntungan dijanjikan tetap seperti bunga deposito
Tanyakan ke yang menawarkan:
“Kalau usahanya rugi, apakah saya tetap dibayar? Dari mana uangnya?”
Ceritanya hampir selalu sama
Awalnya cuma ingin tetap punya penghasilan setelah pensiun
- 1
Sebentar lagi pensiun, tapi kebutuhan jalan terus
Ada pesangon dan tabungan hasil kerja puluhan tahun. Rencananya ditaruh di deposito, tapi hasilnya ternyata kecil.
±Rp250 ribu/bulanhasil Rp100 juta di deposito bank besar (±3% per tahun)
- 2
Lalu datang tawaran yang terdengar masuk akal
“Bunganya 1% per bulan, dibayar rutin. Ini koperasi, kamu cukup jadi anggota.” Tidak terdengar mustahil, hanya sedikit di atas bank.
Rp1 juta/bulandari Rp100 juta, empat kali lipat deposito
- 3
Yang lain sudah membuktikan
Teman lama sudah dua tahun ikut dan rutin dapat transfer. Ada screenshot saldo, acara di hotel, kantor yang rapi, dan bonus kalau mengajak teman.
- 4
Akhirnya ikut, bahkan menambah setoran
Bulan-bulan pertama lancar. Uangnya memang masuk. Rasanya keputusan yang tepat.
Bunga “wajar” dan testimoni itu persis pola KSP Indosurya
Simpanan berjangka berbunga 8,5–11,5% per tahun, ditawarkan lewat jaringan kenalan, dengan status “anggota koperasi”. Anggota awal memang dibayar, dan merekalah yang paling yakin mengajak orang lain. Sampai pembayaran berhenti pada 2020.
- nasabah ikut menyimpan
- belum dibayar kepada lebih dari 6.000 nasabah
- sampai ganti rugi tahap pertama dibagikan, dari aset yang hanya laku Rp129 miliar
Sumber: Kejaksaan RI (2023, 2025) dan Kejari Jakarta Barat (23 Oktober 2026).
Kenapa testimoni tidak bisa dijadikan bukti
Di skema seperti ini, keuntungan anggota lama dibayar dari setoran anggota baru. Testimoninya asli, tapi uangnya bukan dari usaha.
- 1Anggota baru menyetor uang
- 2Uangnya dipakai membayar “bunga” anggota lama
- 3Anggota lama senang, lalu bercerita dan mengajak orang lain
- 4Datang anggota baru, putaran berulang
Putaran ini berjalan selama pendaftar baru terus datang. Begitu berkurang, yang masuk paling akhir menanggung kerugiannya. Pola yang sama terlihat di Pandawa Group (sekitar Rp3,8 triliun menurut OJK) dan Viral Blast (kerugian disebut Rp1,8 triliun).
Tanda bahayanya sebenarnya sudah ada sejak awal
Kalimat-kalimat dari cerita tadi, kalau dimasukkan ke Cek Dulu:
- “Ini koperasi, kamu cukup jadi anggota.”Tanda bahaya beratJadi “anggota koperasi” hanya untuk bisa menyetor
- “Bunganya 1% per bulan, dibayar rutin.”Perlu diwaspadaiKeuntungan dijanjikan tetap seperti bunga deposito
- “Teman sudah dua tahun ikut, ini buktinya.”Perlu diwaspadaiBukti utamanya pamer hasil dan testimoni
- “Kalau ajak teman, kamu dapat bonus.”Perlu diwaspadaiAda bonus untuk mengajak orang lain
Itu hasil quiz untuk jawaban di atas. Semua tanda bahaya ini terlihat sebelum uang ditransfer.
Kenali tanda bahayanya dalam 10 menit
- 1
Ceritakan tawarannya
Berapa untungnya, izinnya apa, uangnya dikirim ke mana. Tidak tahu? Pilih “tidak tahu”.
- 2
Lihat tanda bahayanya
Hasil langsung muncul dalam empat tingkat, dengan alasan dan contoh kasus nyata yang mirip.
- 3
Cek sebelum transfer
Bawa daftar pertanyaan ke penawar, cek izinnya lewat panduan, dan bahas bersama keluarga.
Pertanyaan yang sering diajukan
Saya tidak paham investasi. Apakah bisa memakainya?
Bisa. Cek Dulu dibuat justru untuk orang yang belum biasa menilai produk keuangan. Satu pertanyaan per layar, bahasa sehari-hari, dan setiap istilah seperti OJK atau NIB ada penjelasannya. Kalau tidak tahu jawabannya, pilih “tidak tahu”.
Apa bedanya dengan cek izin di situs OJK?
Cek izin hanya menjawab apakah perusahaannya terdaftar. Cek Dulu menilai banyak hal sekaligus: janji keuntungannya, sumber uangnya, cara penarikan, rekening tujuan, sampai cara mereka membujuk. Panduan cara cek izin di OJK juga sudah termasuk.
Apakah hasilnya bisa bilang tawaran ini aman?
Tidak pernah. Kami hanya mengenali tanda bahaya. Hasil terbaik pun tetap disertai langkah cek dasar, karena tidak ada alat yang bisa menjamin sebuah tawaran.
Kenapa berbayar?
Supaya kami tidak perlu dibayar oleh pihak lain. Cek Dulu tidak menjual produk investasi, tidak memasang iklan investasi, dan tidak menerima komisi dari penawar mana pun. Kamu bayar sekali, lalu bisa memakainya untuk tawaran sebanyak apa pun.
Apakah jawaban saya disebarkan?
Tidak. Jawaban dan nama tawaran yang kamu isi bersifat pribadi dan tidak pernah dijadikan daftar publik.
Bisa dipakai untuk mengecek tawaran yang diterima keluarga?
Bisa. Isi bersama mereka, atau isi berdasarkan cerita mereka. Hasilnya bisa dicetak untuk dibahas bersama.
Uangnya sudah terlanjur dikirim?
Jangan tunggu dan jangan malu. Hubungi bankmu dan laporkan ke IASC secepatnya. Langkah daruratnya bisa dibaca gratis.
Untung bisa dicari lagi. Tabungan puluhan tahun belum tentu.
Sebelum memutuskan join dan transfer, luangkan 10 menit untuk mengenali tanda bahayanya. Tawaran yang baik tetap ada setelah kamu mengecek.